Main Article Content

Abstract

Business process analysis is a term that has a broad enough meaning for a.structere of different tactics such as simulation and diagnosis, verification and performance analysis of business processes This study aims to 1)analyze the business processes of manufacturing MSMEs ranging from production processes to marketing 2)How problems and constraints on business performance conditions now and in the future 3) What factors cause fluctuating performance of MSMEs , knowing what problems and constraints arise in the business process of MSMEs , 4) Knowing the size of the performance of MSMEs, analyzing the data and concluding the right problem solutions to improve the business processes of MSMEs and.utilizing information technology more maximally for the business processes of MSMEs. So that in the end, it can increase its income more maximally by itself can contribute to increase the income of rural communities. Considering that the village is still classified as a lagging village. The methods used to answer the problems in this study are Location Quotient Analysis (LQ), Descriptive Analysis, and SWOT Analysis. The result of LQ is known that in Kec.Cileles there are 6 sectors that are the base sector, namely agriculture, mining and quarrying, building, trading, home industry and restaurant, finance rental and corporate services, as well as other services, Then the absorption of labor dominant sector is in the processing industry sector. While swot results are known that the strategy that can be done is to maximize the potential of the industrial sector of holticulture product processing, improve the quality of human resources, and provide specifications on the type of superior products.


 


 

Keywords

Performance Business Processes MSMEs manufacturing

Article Details

References

  1. REFERENCE
  2. Arsyad, Lincolin. 2012. Modul Ekonomi Pembangunan Lanjutan ESPA4324, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  3. Arsyad, Lincolin. 2015. Ekonomi Pembangunan, Edisi Kelima, Yogyakarta: Penerbit STIM YKPN.
  4. . 2018. Lembaga Keuangan Mikro: Institusi, Kinerja, dan Sustanabilitas, Yogyakarta: PT Andi Offset.
  5. Banten dalam Angka, 2017. Badan Pusat Statistik Banten.
  6. , 2014. Badan Pusat Statistik Banten
  7. , Beberapa Edisi. Badan Pusat Statistik Banten
  8. Badan Pusat Statistik, 2001. Indikator Utama Ekonomi Indonesia. Jakarta
  9. Berry, A., E. Rodriquez, dan H. Sandeem, (2001) “Small and Medium Enterprises Dynamics in Indonesia.” Bulletin of Indonesian Economic Studies 37 (3): 363- 384.
  10. Departemen Koperasi (www.depkop.go.id). Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Dan Usaha Besar (UB) Tahun 2006 - 2015.
  11. Gillis, Malcolm et al. 2011. Economics of Development, Fourth Edition, New York:
  12. W.W. Norton & Company.
  13. Gofur Ahmad. 2004. Analisis Potensi Usaha pengrajin Sentra Industri Kecil Garmen. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Program Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jakarta.
  14. http://www.lebakkab.go.id. Departemen Koperasi. Jumlah UMKM dan Koperasi Tahun 2012. Diunduh Tanggal 24 April 2013.
  15. Ikhsan, M. 1999. The Disaggregation of Indonesian Poverty : Policy and Analysis. Ph.D. Dissertation. University of Illinois, Urbana.
  16. Kementerian Koperasi dan UMKM (2012). Perkembangan Data Usaha Mikro KecilMenengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB).
  17. Didownloaddari http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_phocadownload& view=file& id=318:data-usaha-mikro-kecil-menengah-umkm-dan- usaha-besar-ub-tahun- 2010-2011&Itemid=93 ada tanggal 24 April 2013
  18. Kuncoro, Mudrajat, (2003), Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi,Penerbit Erlangga, Jakarta.
  19. ---------------. 2017. Ekonomi Industri Indonesia: Menuju Negara Industri Baru 2030.
  20. Yogyakarta: Andi Offset
  21. Lebak Dalam Angka. 2018. Badan Pusat Statistik Banten. Lebak dalam Angka 2013. Pembagian Kawasan Kesesuaian Kecamatan.RTRW Kabupaten Lebak 2019.
  22. Michael P Todaro dan Stephen C. Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi : Edisi Sembilan. Penerbit Erlangga. Jakarta.
  23. Mohammad Jafar Hafsah, 2004. Upaya Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM), Infokop Nomor 25 Tahun XX, 2014
  24. Priyono, Edy, (2004), Usaha Kecil Sebagai Strategi Pembangunan Ekonomi : Berkaca Dari Pengalaman Taiwan, dalam Jurnal Analisis Sosial Volume 9 No. 2 Agustus 2014.
  25. Rangkuti, Freddy. 2017. Analisis SWOT. Analisis Teknik Membedah Kasus Bisnis, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
  26. Rusdarti. 2010. Potensi Ekonomi Daerah Dalam Pengembangan UMKM Unggulan Di Kabupaten Semarang. JEJAK, Volume 3 Nomer 2, September 2010.
  27. Sriyana, Jaka. 2010. Strategi Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM): Studi Kasus Di Kabupaten Bantul Paper pada Simposium Nasional 2010: Menuju Purworejo Dinamis dan Kreatif
  28. Sopanah. (2010). Peran dan Permasalahan Usaha Mikro. http://siap-bos.blogspot.com/2009/05/peran-dan-permasalahan-usaha- mikro.html.Diunduh Tanggal 22 Oktober 2013
  29. Sulaeman, Suhendar, 2004. Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah Dalam Menghadapi Pasar Regional Dan Global. Infokop Nomor 25 Tahun XX.
  30. Susilo, S.Y., Krisnadewara, P.D., dan Soeroso, A., (2008), ”Masalah dan Kinerja Industri kecil Pascagempa: Kasus di Kabupaten Klaten (Jateng) dan Kabupaten Bantul (DIY)”, Jurnal Akuntansi Bisnis dan Manajemen, Vol. 15 No. 2, Agustus 2008, hal. 271 – 280
  31. Susilo, S.Y., dan Krisnadewara, P.D., (2007), “Strategi Bertahan Industri Kecil Pascagempa Bumi di Yogyakarta”, Ekonomi dan Bisnis, Vol. 9 No. 2, Juni 2007, hal. 127 – 146
  32. Tarigan, Y.P., dan Sri Susilo, Y., (2008), “Masalah dan Kinerja Industri Kecil Pascagempa: Kasus Pada Industri Kerajinan Perak Kotagede Yogyakarta”, Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen, Vol. 8 No. 2,Mei 2008, hal. 188 – 199
  33. Tambunan, Tulus (2016), Perkembangan Industri Skala Kecil di Indonesia,Jakarta: PT Mutiara Sumber Widya
  34. Tambunan, Tulus (2013), Perkembangan UMKM dalam Era AFTA: Peluang,tantangan,Permasalahan dan Alternatif Solusinya. Paper Diskusi pada Yayasan indonesia Forum
  35. Tambunan, Tulus (2012). Usaha Mikro Kecil dan Menengah Di Indonesia.
  36. Isu- Isu Penting. LP3ES. Jakarta