Main Article Content

Abstract

General elections in Indonesia have undergone a significant transformation through the adoption of information technology and digitalization. This transformation not only accelerates the voting process, but also has a major impact on the legal regulations governing elections. In this context, the Political Law of Digitalization Policy plays an important role in shaping an effective regulatory framework, especially in dispute prevention. The application of technology in elections should not leave behind some people who are not familiar with digital devices. Therefore, regulations should detail measures to ensure that every citizen has a fair and equal opportunity to participate in the electoral process. Regulations should provide a clear framework for handling complaints, checking discrepancies, and ensuring that election results are acceptable to all parties. Through the adoption of information technology and digitization, it reinforces the political urgency of the policy law. This study aims to determine the contribution of the Election Digitalization Policy in reducing risks and handling potential disputes in general elections. The method used in this research is normative juridical. The results show that the Political Law of Digitalization Policy has a central role in shaping regulations that support modern, inclusive, and dispute-free elections in the digital era. Through this approach, it is expected that Indonesia can move towards more efficient and trustworthy elections. The implementation of election digitization has an impact on increasing transparency and public trust, efficiency and accuracy, accurate data recording, simplifying the electoral process, preventing fraud, and reducing the burden on the Constitutional Court.

Keywords

Political Law Digital Election

Article Details

How to Cite
Khoirunnisa, & Jubaidi, D. (2024). Optimizing Democracy: The Political Law of Digitization Policy for the Prevention of Election Disputes in Indonesia. Ilomata International Journal of Social Science, 5(1), 158-175. https://doi.org/10.52728/ijss.v5i1.1072

References

  1. Alfian Kusnaldi, M., Fadila Syani, N., & Afifah, Y. (2022). Perlindungan Data Pribadi dalam Penyelenggaraan Pemilu: Tantangan dan Tawaran. Jurnal Lex Renaissance, 7(4), 710–725. https://doi.org/10.20885/jlr.vol7.iss4.art3
  2. Andari, A. D. (2023). Mengenal Pengertian Voting dan E-Voting Beserta Kelebihan dan kekurangannya. https://umsu.ac.id/artikel/mengenal-pengertian-voting-dan-e-voting-beserta-kelebihan-dan-kekurangannya/
  3. Andiraharja, D. G. (2020). Politik Hukum pada Penanganan Tindak Pidana Pemilu. Khazanah Hukum, 2(1), 24–31. https://doi.org/10.15575/kh.v2i1.7681
  4. Andrian, D. (2016). Election Commission Strategy Increasing Elderly Voter Participation (Pringsewu District Election Study 2024).
  5. Asia, N. U. R. (2023). Digitalisasi penyelenggaraan pemilihan umum dalam perspektif hukum pemilu.
  6. BAWASLU RI. (2017). Tugas, Wewenang, dan Kewajiban. https://www.bawaslu.go.id/id/profil/tugas-wewenang-dan-kewajiban
  7. BRIN. (2022). Digitalisasi Penyelenggaraan Pemilu Tingkatkan Kualitas Demokrasi. https://www.brin.go.id/news/110610/digitalisasi-penyelenggaraan-pemilu-tingkatkan-kualitas-demokrasi
  8. Cahyaningsih, A., Wijayadi, H., & Kautsar, R. (2019). Penetrasi Teknologi Informasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018. Jurnal PolGov, 1(1), 1. https://doi.org/10.22146/polgov.v1i1.48289
  9. Denny J.A. (2006). Indonesian Democracy. Pustaka Sinar Harapan.
  10. Erick, B., & Ikhwan, M. (2022). Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pemilihan Umum di Indonesia. Jurnal Analisis Hukum, 5(2), 203–219. https://doi.org/10.38043/jah.v5i2.3763
  11. Ilham, D. I. R. (2023). Tantangan Dan Harmoni Antara Keadilan Dan Kepastian Dalam Pemilu Serentak Di Indonesia. JURNAL SULTAN: Riset Hukum Tata Negara, 2(1), 54–60. https://doi.org/10.35905/sultanhtn.v2i1.5620
  12. Kansil, C. S. T., & Christine S.T. Kansil. (2001). Ilmu Negara. Pradnya Paramita.
  13. Khoirunnisa. (2023). Pemilu dan Politik Identitas: Dilema Antara Kebangsaan dan Keagamaan Khoirunnisa. 9(1), 36–54.
  14. Koagouw, E. M., Kairupan, S. B., & Mandagi, M. (2021). Implementation The Indonesian Electronic Identity Card Policy in The Office of Population’s Civil Registration Minahasa regency. Technium Social Sciences Journal, 21, 85–96. https://doi.org/10.47577/tssj.v21i1.3703
  15. KPU RI. (2022). Pahami dan Antisipasi Potensi Sengketa Pemilu. https://www.kpu.go.id/berita/baca/10903/pahami-dan-antisipasi-potensi-sengketa-pemilu
  16. Manan, B. (2019). Bunga Rampai : Memperkuat Peradaban Hukum dan Ketatanegaraan Indonesia. In Bunga Rampai Memperkuat Peradaban Hukum dan Ketatanegaraan Indonesia. Komisi Yudisial Republik Indonesia.
  17. Media Badan Pengkajian MPR. (2019). Makna Kedaulatan Rakyat Dalam UUD NRI Tahun 1945: Dari Gagasan Sampai Implementasi. Jurnal Majelis, Media Aspirasi Konstitusi, 04, 1–104.
  18. Miriam Budiardjo. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustaka Utama.
  19. Muktiono. (2019). Penegakan Hak Atas Demokrasi Kelompok Rentan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Umum Di Indonesia Dalam Sudut Pandang Hak Asasi Manusia. Jurnal Konstitusi, II(1).
  20. Nasution, B. J. (2014). Kajian Filosofis tentang Konsep Keadilan dari Pemikiran Klasik sampai Pemikiran Modern. Yustisia Jurnal Hukum, 3(2), 118–130.
  21. Nuryadi, & Tolib. (2017). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (3rd ed.). Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
  22. Pasaribu, T., Sumadinata, W., & Muradi. (2018). The Implementation of Integrated General Election and Guaranteed Equality of Political Rights in Voters Registration: case study of the 2015 regional elections in samosir. Jurnal Wacana Politik, 3(2), 121–128.
  23. Patricia, F., & Yapi, C. (2019). Penguatan Mekanisme Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Binamulia Hukum, 8(2), 155–172.
  24. Presiden Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. In Undang-Undang Pemilu.
  25. Rohmah, M., & Afifah, W. (2023). Hak atas kesetaraan dan anti-diskriminasi kelompok identitas gender netral (non-binary) dalam hukum positif Indonesia. Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 3(1), 298–312. https://doi.org/10.53363/bureau.v3i1.182
  26. Rushananto. (2014). Kebijakan Publik. Kebijakan Publik, 1993, 15.
  27. Santoso, T. (2006). Penegakan Hukum Pemilu. Prioris, 4(3), 348–364.
  28. Savitri, A. (2019). Revolusi Industri 4.0: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang di Era Disrupsi 4.0. Genesis.
  29. Shofa, A. M. A. (2018). Pancasila Sebagai Nilai-Nilai Demokratis Dalam Kehidupan Bangsa & Negara. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. https://fis.um.ac.id/2011/10/19/pancasila-sebagai-nilai-nilai-demokratis-dalam-kehidupan-bangsa-negara/
  30. Silalahi, W. (2019). Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019. Konsorsium Pendidikan Tata Kelola Pemilu Indonesia, 1–25.
  31. Soebroto, S. A. (2023). Penerapan Teknologi Blockchain untuk Pemilu 2024. https://metanesia.id/blog/penerapan-teknologi-blockchain-untuk-pemilu-2024
  32. Surbakti, R., Supriyanto, D., & Santoso, T. (2011). Penanganan Sengketa Pemilu. In Seri Demokrasi Elektoral, Buku 16.
  33. Tim Peneliti INFID, & LIPI. (2014). Partai Politik, Pemilihan Umum, Dan Ketimpangan Sosial & Ekonomi Di Indonesia: Pustaka Sempu.
  34. Wikipedia. (2023). Politik Identitas. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Politik_identitas
  35. Willia Saputra, B., & Johan Nasution, B. (2021). Tindak Lanjut Terhadap Penerapan Elektronik Voting Dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. Limbago: Journal of Constitutional Law, 1(2), 212–232. https://doi.org/10.22437/limbago.v1i2.14377