Main Article Content

Abstract

The Pancasila Sakti Monument in Lubang Buaya, Jakarta is one of the tourism identities of DKI Jakarta, many efforts have been made in developing the preservation and preserving the cultural assets that are still left in the Pancasila Sakti Monument in Lubang Buaya. The purpose of this research is to determine the potential development of tourism objects in Pancasila Sakti Monument in Lubang Buaya by analyzing the historical values ​​and uniqueness. This study used a descriptive qualitative method that describes the information of the Tourism Object from the Pancasila Sakti Monument in Lubang Buaya. Data collection techniques used were interviews, literature study, observation, and documentation. The data collection was analyzed and grouped based on the research problems. The results of this study indicate that the Tourism Object namely Pancasila Sakti Monument in Lubang Buaya is one of the tourism objects that have the potential to be developed in DKI Jakarta.

Keywords

Pancasila Sakti Monument, Lubang Buaya, Tourist Attraction, Potential, Development

Article Details

References

  1. Anggara, Sahya. (2012). Ilmu Administrasi Negara. Bandung: Pustaka Setia.
  2. Fahmi, Irham. (2015). Pengantar Ilmu Administrasi. Bandung: Alfabeta.
  3. Irawan, Koko. (2010). Potensi Objek Wisata Air Terjun Serdang Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Labuhan Batu Utara. Kertas Karya. Program Pendidikan Non Gelar Pariwisata. Universitas Sumatera Utara.
  4. Kotler, & Keller. (2012). Manajemen Pemasaran. Edisi 12. Jakarta: Erlangga.
  5. Kusumaningrum, Dian. (2009). Persepsi Wisatawan Nusantara Terhadap Daya Tarik Wisata Di Kota Palembang. Tesis PS. Magister Kajian Pariwisata. Universitas Gadjah Mada.
  6. Lupiyoadi, Rambat. (2013). Manajemen Pemasaran Jasa berbasis Kompetensi. Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.
  7. Marpaung, Happy. (2002). Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung: Alfabeta.
  8. Masly, Dini. (2017). Potensi Daya Tarik Wisata Nagari Tuo Pariangan sebagai Kawasan Desa Wisata Pariangan Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat. https://media.neliti.com/media/publications/206493-potensi-daya-tarik-wisata-nagari-tuo-par.pdf Diakses 30 Maret 2018.
  9. Nurdianti, Asma. (2013). Potensi Pengembangan Wisata Alam di Habitat Maleo (Macrocephalon Maleo) Taman Nasional Lore Lindu Bidang Pengelolaan Wilayah (BPW) I Saluki Kec. Gumbasa Kab. Sigi. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/WartaRimba/article/download/1945/ Diakses 29 Maret 2018.
  10. Pemerintah Indonesia. (1969). Instruksi Presiden RI No. 9 Tahun 1969.
  11. Rai Utama, I Gusti Bagus. (2017). Pemasaran Pariwisata. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
  12. Sanesta, Aldian. (2015). Strategi Pengembangan Kepariwisataan di Kota Bukit Tinggi. JOM FISIP Universitas Riau Vol.1, No.2
  13. Sendarmayanti. (2016). Manajemen Strategi. Edisi kedua. Bandung: PT. Refika Aditama.
  14. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
  15. Sugiyono. (2012). Manajemen Penelitian Kualitatif, kuantitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
  16. Sugiyono. (2014). Manajemen Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R & D. Cetakan 21. Bandung: Alfabeta.
  17. Sukardi, Nyoman. (1998). Pengantar Pariwisata. STP Nusa-Dua Bali.
  18. Suryadana, Mohamad Liga, dkk. (2015). Pengantar Pemasaran Pariwisata. Bandung: Alfabeta.
  19. Usman, Husaini & Akbar, Purnomo Setiady. (2011). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
  20. Yoeti, Oka A. (1983). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.